Senin, 02 Maret 2015

ABSTRAK KARYA TULIS ILMIAH “Pemanfaatan Limbah Kubis (Brassica olerace) sebagai Pengawet Ikan Laut Upeneus sulphureus”

ABSTRAK


Pemanfaatan Limbah Kubis (Brassica olerace) sebagai Pengawet Ikan Laut Upeneus sulphureus
XII IPA 2 MAN Jombang, 2015.

Oleh : Ana Atika Makhmudah, Nadia Puspita Ningtyas, Nurus Sobah.

Kubis (Brassica olerace) merupakan salah satu jenis sayuran yang banyak tumbuh di daerah dataran tinggi. Ada beberapa macam kubis, diantaranya kubis putih, kubis hijau, dan kubis ungu. Sayuran ini bersifat mudah rusak dan busuk, sehingga dapat memberikan bau yang tak sedap di sekitar lingkungan. Limbah ini merupakan tempat hidupnya suatu bakteri yang dinamakan Lactobacillus plantarum, Lactobacillus delbruckil, Lactobacillus fermentum dan Lactobacillus brevis. Lactobacillus merupakan suatu mikroorganisme yang berfungsi dalam pembentukan asam laktat. Proses fermentasi asam laktat berlangsung dengan adanya aktivitas bakteri asam laktat tersebut. Bahan baku fermentasi adalah limbah kubis yang dimasukkan ke dalam larutan garam dan ditutup rapat dan disimpan selama dua minggu. Kemudian larutan fermentasi kubis ini dapat digunakan sebgai pengawet ikan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses fermentasi limbah kubis, mengetahui penyebab limbah kubis dapat digunakan sebagai pengawet ikan, untuk mengetahui pengaruh yang ditimbulkan oleh larutan fermentasi kubis dalam mengawetkan ikan, dan untuk mengetahui pengaruh perendaman ikan dalam larutan fermentasi dan penyimpanannya pada suhu rendah. Serta mencari alternatif bahan pengawet alami dengan memanfaatkan limbah kubis sebagai pengawet alami yang mudah dan efesien yang tidak berbahaya.
Penelitian ini bersifat eksperimen. Obyek penelitian ini adalah Ikan Kuniran yang masih segar. Penelitian ini dilakukan dengan tiga perlakuan yaitu ikan kuniran dengan perendaman selama lima menit, perendaman ikan selama lima belas menit dan perendaman selama tiga puluh menit. Hasil menunjukkan bahwa ikan yang paling awet adalah ikan yang direndam selama tiga puluh menit dengan masa simpan ikan lima belas hari.
Dengan demikian, diharapkan para produsen ikan tidak menggunakan formalin sebagai pengawet ikan dan beralih dengan menggunakan pengawet alami hasil dari fermentasi limbah kubis.
Kata Kunci : Larutan Fermentasi,  Kubis , Pengawetan Ikan.